Perbedaan Rumah Subsidi dan Non Subsidi yang Perlu Anda Ketahui

Perbedaan Rumah Subsidi dan Non Subsidi yang Perlu Anda Ketahui. Kebutuhan akan tempat tinggal sepertinya tidak akan pernah absen dari hidup manusia. Karena memiliki tempat untuk bernaung sangat diperlukan agar bisa beristirahat dengan tenang dan nyaman. Pilihan tempat tinggal, mulai dari kost, sewa rumah, atau rumah milik sendiri banyak kita temui di sekitar kita. Memiliki rumah dengan hak milik sendiri tentu menjadi impian banyak orang. Terlebih bagi mereka yang sudah berkeluarga. Tidak mungkin harus menumpang tempat tinggal dengan status milik orang lain.

Perbedaan Rumah Subsidi dan Non Subsidi yang Perlu Anda Ketahui

Perbedaan Rumah Subsidi dan Non Subsidi yang Perlu Anda Ketahui

Salah satu kendala memiliki rumah biasanya terletak pada finansial. Ditambah lagi harga rumah yang dari hari ke hari semakin melambung tinggi saja. Tentu hal ini menyurutkan keinginan sebagian orang. Jika harus menunggu dana terkumpul akan butuh waktu lama untuk membeli rumah. Apalagi jika yang bersangkutan tidak memiliki penghasilan tinggi. Untuk itu, memiliki rumah lewat KPR (Kredit Pemilikan Rumah) menjadi langkah yang dirasa tepat. Berdasarkan pemberi kredit, jenis rumah KPR dibedakan menjadi 2, yaitu KPR bersubsidi dan KPR non subsidi. KPR bersubsidi ditujukan untuk masyarakat dengan penghasilan kelas menengah ke bawah. Sedangkan KPR non subsidi lebih ditujukan untuk semua lapisan masyarakat. Untuk yang tertarik dengan KPR bersubsidi, Anda bisa mencari informasi salah satunya dari https://www.btnproperti.co.id/.

Perbedaan antara rumah subsidi dan non subsidi tidak hanya terletak dari segi objek sasarannya saja, namun juga memiliki beberapa perbedaan yang harus Anda ketahui, seperti:

  1. Segi harga jual.

Rumah subsidi memiliki harga terjangkau dengan bunga kredit dijamin pemerintah. Sedangkan non subsidi, harga jual tinggi berikut suku bunganya.

  1. Segi fasilitas rumah.

Non subsidi lebih besar dengan unit ruangan lengkap dibandingkan dengan rumah subsidi.

  1. Segi KPR.

Untuk subsidi, suku bunga disubsidi pemerintah sehingga lebih murah. Untuk non subsidi, suku bunganya mengikuti arah pasar.

  1. Segi spesifikasi.

Rumah subsidi mengikuti spesifikasi standar dari Pemerintah.

  1. Segi jalanan perumahan.

Rumah non subsidi jalanan perumahan berupa cor, koblok, atau aspal. Sedangkan rumah subsidi berupa jalan tanah atau pengerasan.

  1. Segi tipe bangunan.

Rumah subsidi maksimal tipe 36, sedangkan non subsidi minimal tipe 36.

  1. Segi lokasi.

Rumah non subsidi berlokasi di tempat yang strategis dan mudah dijangkau. Sedangkan non subsidi tidak mungkin berlokasi di tengah-tengah kota. Sehingga tak heran jika contohnya rumah subsidi Jabodetabek berada di pinggiran kota karena lahan yang masih murah.

  1. Segi renovasi.

Untuk non subsidi bebas untuk renovasi, tetapi untuk yang subsidi setelah 2 tahun pertama baru diperbolehkan.